Cerita Panas Ngentot Vivi Gadis ABG

Posted on

Selamat datang di Cerita Panas Persembahan filmlucah. Saat ini Team Cerita Panas ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Panas Ngentot Vivi Gadis ABG. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Panas Ngentokn Vivi Gadis ABG

im2poker

Cerita Panas Ngentot Vivi Gadis ABG

aku dipanggil dengan sebutan Riko , berwajah ganteng lumayan tinggi dengan rambut berwarna hitam klimis saat ini aku habis lulus dari sekolah menengah atas, habis lulus aku tidak langsung meneruskan ke perkuliahan karena aku tau kalau kondisi keluargaku kurang mampu dan aku putuskan untuk membantu dengan cara bekerja, oya sewaktu SMA aku sering di dekati oleh cewek cewek karena memang aku orangnya asik diajak ngobrol dan jujur aku belum ada yang srek sesuai hatiku.

Aku mencari info loker di media masa elektronik maupun di internet, kudapati ada salah satu toko yang baru saja buka dan membutuhkan pegawai , dan siapa tau aku melamar di sana di terima langsung siang itu aku berangkat dengan motorku, karena aku sudah paham letaknya jadi tak terlalu lama aku sudah sampai ke tempat toko tersebut , kulihat toko tersebut banyak pakaian yang di pajang lalu aku masuk ke dalam toko dan masih sepi hanya terlihat satu wanita yang usianya mungkin sudah 40 an tahun aku menghampiri dan menanyakan tentang pekerjaan.

“selamat siang bu, mau tanya apakah benar disini membuka lowongan pekerjaan??

“iya bener sekali mas, baru saja pegawai yang lama keluar karena urusan di kampungnya, gimana apakah mas berminat untuk bekerja disini”

Setelah kami berbincang tentang job desnya tentang gimana cara peraturan melayani customer dll, nyonya tersebut mengatakan “mas kamu cepat sekali untuk menangkap pembicaraanku dan kayaknya sudah paham akan job desnya”

Dan setelah kami ngobrol aku ketahui kalau nama dari nyonya tersebut adalah bu Arum, secara singkat bentuk tubuhnya langsing dengan kulit putih rambut panjang berwarna pirang dan tentunya wajahnya cantik, karena segera ada urusan aku langsung di suruh bekerja untuk menjaga tokonya.
“mas ibu mau pergi dulu mau ketemu klien di luar, kamu jaga sebentar ya ??

“bu aku kan baru bekerja bu, aku gak tau nanti gimana gimana kalau ada customer”

“gak papa mas, nanti aku suruh putriku untuk menemanimu disini , mungkin sebentar lagi dia tiba”

“oh gitu ya bu, iya aku tunggu bu”

Bu arum pun pergi dengan mobilnya, dan memanggil Vi vivi kesini sebentar temani pegawai baru nih, kata bu arum, datanglah dari belakang kasir anak gadisnya datang, benar sekali tak berapa lama dia datang dengan wajah cantiknya seperti mamahnya, tubuhnya yang mungil tapi dia mempunyai toket yang besar dari mamahnya, warna kulitnya pun putih dengan rambut berwarna hitam panjang, saat pertama kali melihat dia aku sungguh jatuh cinta dengannya langsung aku beranikan untuk menyapa dia duluan.

“hallo mba” sapaku

“iya mas, pegawai baru ya??

“betul mba, aku pegawai baru disini”

Langsung kami ngobrol dan aku ketahui kalau dia sama seumuran denganku, vivi sering jaga di toko karena mamahnya juga orangnya sibuk dan bapaknya juga sibuk, jadi dia juga membantu untuk menjaga toko tersebut, selang beberapa menit ada customer datang dan aku langsung melayani dengan cepat supaya aku bisa juga meneruskan obrolanku dengan vivi, setelah customer memilih dan membayarnya aku kembali menyamperi vivi di kasir.

“gini ko memang kalau jam segini toko sepi dan biasanya kalau sore hari sudah mulai berdatangan yang mau beli” kata vivi

“ohh begitu ya vi, berarti kalau siang hari aku sering nganggur disini , aku candain dia, dia pun tersenyum, dari pancar senyumannya terlihat asyk sekali, dan vivi pun juga enak kalau di ajak ngobrol kita nyambung dalam obrolan, dan dia juga supel sekali

“vi boleh tanya gak, kamu sudah punya pacar belum??

“belum, lha kenapa kamu tanya begitu ko, lha kalau kamu gimana??

“sama aku juga belum punya pacar”

“hehehe berarti kita sama jomblonya dong hehe”

Kita pun tertawa bersama, aku mau nyeletuk “gimana kalau kamu jadi pacarku” tapi aku ingat baru perta kali kenal dengan dia masak langsung secepat itu, dan sat aku ngbrol dengannya pandangan pertamanya membuat aku jatuh cinta sampai keringatku tak berhenti hentinya,

“eh kamu kok keringetan gitu ko, apa panas ya??

“gak juga kok vi, Cuma gugup saja , candaku”hehe

“ah masak iya kamu gugup rik”

Aku pun menggangguk, dan selang beberapa menit kulihat ada seorang yang mau belanja dan segera aku langsung melayani pembeli dengan senang hati setelahnya aku kembali lagi ke kasir untuk menemui vivi,

“eh kamu tangkas juga ya rik, orangnya juga asyk juga kamu??

Mendengar perkataan tersebut sangat asyk sekali, apakah dia sudah nyaman dengan keberadaanku di sini dengan wajah tampanku , “kamu juga vi orangnya juga asyk , kata sambil menrayunya”

Kulihat terus wajah cantiknya serasa penisku sudah mulai tegang entah apa dalam pikiranku seakan akan terhipnotis kami saling berpandangan dan semakin dekat wajah kami aku arahkan bibirku untuk mencium bibirnya dia sedikit terkejut dan rasa jantungku semakin kencang, aku teruskan ciumanku karena vivi ku tahu dia tidak berontak, dan pertama ini aku mencium gadis yang baru aku kenal dengan cepat.

Aku terus menciumi bibirnya dan tanganku juga tak mau diam langsung menyentuh buah dadanya plekkk aku kira ukurannya 34B , vivi agak mengarah kebelakang mungkin dia kaget , karena nafsu sudah memenuhi pikiranku dan sudah terlanjur memegang toketnya dia juga sempat membalas ciumanku sebentar tapi dia memberhentikannya.

“Rik gimana kalau kamu tutup sebentar pintunya nanti kalau ketahuan orang yang mau beli”

Tanpa jawaban aku langsung lari menuju ke pintu dan membalik tulisan menjadi “TUTUP”

Aku kembali lagi ke vivi dan dia mengajakku untuk naik ke lantai2 dikamarnya di gandeng tanganku dan sampai di kamarnya aku langsung mengecup bibirnya dan sekarang vivi sudah masuk dalam arena gairah, tanganku langsung memegangi toketnya yang besar dan meremas remasnya sampai terasa kencang toketnya setelah puas aku meremas remas aku beranikan untuk membuka pakaianku satu persatu dari atas dan ke celanaku, saat ku buka celana dalamku terlihat penisku yang ukurannya memang panjang dan besar, melihat hal tersebut vivi kaget mungkin ini baru pertam kalinya vivi melihat barang punya laki laki, dan aku pun juga sama baru pertama ini bisa seperti ini belum ada pengalaman sama sekali kecuali aku mendapat pengalaman nonton film bokep kalau di rumah.

Vivi yang gak tau harus bagaimana dia hanya melihat lihat penisku yang tegang, kadang juga dia menyentuh tanpa sengaja aku tuntun kepalanya untuk menunduk ke bawah agar dia bisa menyepong kontolku.

“ogak Rik, jijik tau masak suruh mencium anumu”

“dah deh vi, kamu nanti bisa merasakannya dan menikmatiny, rayuku”

Vivi mengangguk angguk gak tau apa dia juga sange atau tebujuk oleh rayuanku, dia membuka mulutnya dan memasukkan penisku ke dalam mulutnya awal yang aku rasa adalah sangat gemeteran karena aku baru pertama ini juga penisku di kulum oleh wanita secantik ini.

Setelah kurasa sungguh nikmat dan puas aku raih pundaknya untuk berdiri dan dia saat menghadapku membuka senyum manisnya pastinya membuat aku semakin nafsu, aku raih bajunya dan aku naikkan bajunya untuk dibuka serta celananya juga aku suruh membukanya kulihat tubuh vivi sekarang sudah telanjang toket yang montok dengan pentil yang berwarna coklat muda serta memek yang masih ranum berwarna pink di hiasi dengan bulu tipisnya.

Aku ganti untuk menjilati toket lama kelamaan kurasa pentil vivi mengeras itu tandanya juga dia merasakan bernafsu, dan tak hanya diam tanganku aku juga menyentuh bagian memeknya yang masih perawan, ku gesek gesek dengan pelan sama jariku, kurasa bulunya sangat halus dan mungkin dia rutin untuk merawat memeknya, setelah puas untuk menjilati putting dan memeknya aku suruh dia untuk berbaring di kasur , “vi tiduran aja yuk , pintaku”
“kamu mau ngapain rik, tanya vivi”

“aku ingin jika penisku masuk ke dalam lubangmu vi, mungkin nanti agak sakit tapi kelamaan pasti enak kok, rayuku”

“enggak mau Rik, aku kan masih perawan”

Tak kuhiraukan perkataannya aku langsung mengarahkan penisku ke depan lubang memeknya yang sudah basah saat aku gesek gesek dengan tanganku, “ahh jangan Rik” mendengar dia menjerit awalnya aku agak kasihan tapi karena sudah tertutup oleh nafsu ku paksakan untuk memasuki penisku secara perlahan lahan, baru sampai kepala penis vivi menjerit panjang ahhhh ahhhhhhhh karena memang masih sempit dan sulit memeknya dia menitihkan air mata karena kesakitan.

Aku masih berusaha untuk bisa memasuki memeknya dan setelah kira kira 5 menitan semua penisku sudah masuk semua , dan sudah kuduga vivi sudah bisa merasakan kenikmatan awalnya dia meronta ronta kesakitan sekarang dia menggigit bibirnya dan menikmati setiap sodokanku secara perlahan lahan dan cepat.

“usshhh ahh ahhh, enak rik, ahhh, desah vivi”

Memeknya yang masih sempit memang membuat penisku seperti ada yang menjepitnya , sangat nikmat sekali dan aku masukkan secara perlahan sambil menutup mataku sambil aku genjot, penisku aku maju mundurkan dan vivi lagi lagi dia mendesah tubuhnya sampai keluar keringat melihat wajah dia yang bercucuran keringat membuat aku semakin beringas dan mempercepat gerakanku membuat vivi semakin menjerit panjang lagi dan kurasakan penisku juga seperti di pijat oleh memeknya yang sempit.

“Uahhh ahhhh ushh ahhhh, enak rik , terusin lagi rik yang dalam , desahan vivi diulang ulang seperti itu terus”

Kira kira ada 15 menitan aku genjot vivi mengalami orgasme yang membuat basah penisku di dalam langsung saja aku juga mencabutnya dan aku lanjut mengocok di muka vivi dengan cepat clok clok clok keluarlah spermaku juga persis di muka vivi, dia langsung lemas seketika dengan wajah yang masih menggairahkan melihat tubuh dia yang berkeringat membuat aku semakin bernafsu lagi dan penisku yang masih tegang aku ingin melanjutkan sisa sisa ketegangan ini , dengan cara aku duduk dan vivi aku suruh untuk menungging sedikit di hadapanku dengan mudah langsung masuk semua penisku karena memek vivi saat itu masih basah.

Aku pegang pinggulnya dan aku maju mundurkan dengan cepat sampai bunyi plok plok plok dia mengibas ngibas rambutnya ke sana sini dan kurasakan seperti penisku ada yang memikat dari dalam, membuat aku semakin nikmat,

‘yeahhh ohhhh uhh enakk rik, lebih enak ini rik”

“iya vivi sayang nikmatilah”

Aku pun tak menghentikan gerakanku dengan enak kira kira 10 menitan cairan vivi keluar lagi, rasanya hangat dan aku juga tak lama mengeluarkan sperma ke duaku di dadanya, ahhh ahhh aku dan vivi terasa lemas sekali kami pun berbaring di ranjang dalam keadaan telanjang,

“kamu menikmatinya bukan vi, enak kan” kataku

“sungguh rasa ini sungguh luar biasa rik, memang sungguh nikmat sekali, sambil dia mencium keningku dan berucap terimakasih”

“aku juga berterimakasih vi, sambil menciumi bibirnya.

Kami pun langsung bergegas membersihkan noda noda bercak merah dan mandi bersama , langsung kembali lagi kebawah untuk membuka toko , kulihat sudah ada calon pembeli yang sudah mengantri, aku yang sudah terlihat rapi langsung membuka tulisannya menjadi “BUKA” aku persilahkan untuk pembeli melihat lihat dengan aku layani dengan senang hati, kira kira pukul setangah enam bu arum datang dan dia melihat cara kerjaku senang akhirnya aku pun di terima sebagai pegai tetap di toko ini.

Aku dan vivi masih bisa meneruskan percintaan ini sewaktu waktu luang dan tentunya tidak ada mamahnay di toko, seperti siang hari kami menuju ke kamar atas untuk melakukan hal tersebut lagi, dan memang sangat dapat V besar kerja di toko ini sungguh menyenangkan dan memuaskan sekali.

Incoming search terms: