Cerita Panas Ngentot Tiga Anak Sipil

Posted on

Selamat datang di Cerita Panas Persembahan filmlucah. Saat ini Team Cerita Panas ingin membagikan cerita yang berjudul Cerita Panas Ngentot Tiga Anak Sipil. Selalu dapatkan Cerita Terbaru dari kami dengan membookmark halaman website kami dengan menekan tombol CTRL + D.

Cerita Panas Ngentot Tiga Anak Sipil

im2poker

Cerita Panas Ngentot Tiga Anak Sipil

sewaktu aku masih duduk menjadi mahasiswi kira kira ini terjadi 2 tahun yang lalu yang mana aku harus mengulang mata kuliah yang jelek dimana kuliah umum dengan mahasiswa lainnya, saat tiu aku mendapat kelas di bagian ilmu teknik yang mana memang kebanyakan mahasiswanya mayaritas laki laki, mungkin hanya 4 orang cewek dalam perkuliahan ini, pastinya aku sering menjadi pusat perhatiannya, karena memang kalau aku memakai pakaian selalu seksi aku sudah paham akan tatapan para mahasiwa ini tapi aku cuek cuek saja.

Dimana pengajar yang sedang menyelesaikan akademiknya untuk menyandang gelar S3 sering kali sibuk atau hanya kalau pertemuan sering mendapat tugas tapi kadang juga jam kuliahnya di undur mulai dari jam 5 sore seperti biasa kalau kuliahnya di undur malah pulangnya lebih cepat kadang hanya satu jam dia mengisi pelajarannya, dan disaat hari itu langit sangat gelap sekali kampus sudah mulai sepi dan tak ada mahasiswa yang nongkrong nongkrong seperti biasanya.

Saat usai mata kuliah aku menuju ke kamar mandi yang letaknya berjarak 4 ruangan suasan yang sepi dan menakutkan untuk masuk ke dalam kamar mandi tapi aku berani beranikan karena sudah kebelet pipis dari tadi, setelah selasi aku lanjut menuju ke lift untuk turun , dari belakang ada suara yang menyapaku, dia adalah orang satu kelas bersamaku aku ketahui yang manyapaku namanya Oktar karena dia sempat duduknya sebelahan denganku, oktar tidak ganteng dan ada lagi 2 orang temannya juga sama satu kelas dengannya tapi aku belum pernah tau, atau hanya Cuma kenal namanya saja yang satu rambutnya gondrong bernama Nazar dan wajahnya seperti arab namanya Henry.

“eh lha kamu kok baru turun ja?? Sapa oktar “iya aku tadi ke WC dulu ??spaku, “sedangkan kamu kok juga baru turun???

“kami biasa setelah pelajaran rokokan dulu di luar”

Setelah lift terbuka kami berempat masuk aku yang berada di tengah di kelilingi mereka membuat aku merasa deg degkan, karena pada saat tiu aku memakai rok yang berwarna putih dengan kaios yang ketat tanpa lengan jujur saja saat aku di kelilingi mereka bertiga rasa panas bingung menimpaku.

“habis kemana Ja, sapa Oktar memcahkan keheningan suasana.

“ya mungkin langsung pulang rumah tar”

“ya kalau begitu mungkin ada waktu sebentar dong, sahut nazar.

“maksutnya???

Sebelum aku menjawab, aku langsung di peluk dari belakang dan sudah ada rencana Henry yang duduk di samping tombol memberhentikan laju lift, karena terkejut tasku sampai jatuh, “kamu mau ngapain , sapaku dengan keras”

“ayolah ja, kamu tau sendiri kan kalau di jurusan ini sepi cewek , dan sesekali kita bersenang senang , capek kalau kuliah terus , kata oktar yang menhadap di wajahku.

“iya lah Ja, di disini rasanya gersang sekali lama tak di datangi oleh wanita secantik kamu, timpal Nazar”

“ahh lepas lepas kan , nanti kamu aku laporkan kalau macam macam, (pura pura ku biar aku terlihat mahal, jujur saja aku juga ingin merasakan di sentuh oleh ke tiga laki ini)

Melihat wajahku yang meronta ronta, rambutku saat itu sedang aku kucir di belakang dengan mudahnya oktar langsung mencumbu leherku dan kupingku membuat aku semakin terangsang, Nazar yang menyingkpa dari belakang juga mulai agresif dia meremas remas kedua toketku dan menyelinap di dalam bajuku membuka BH sebelah kanan sambil tangannya memutir mutirkan putingnku,

Sedangkan henry juga ikut andil dia membuka kaosku dan langsung mengempeng putingku sambil tangannya mengelus ngelus pahaku sampai aku rasakan celana dalamku sudah turun sampai ke lutut, tangan henry mengelus ngelus bagian memekku dan menjawil jawil ke dalam membuat aku menggelinjang dan mendesah karena klitorisku di sentuh dengan gesekan jarinya.

“ahrrggg ahhh eranganku”

Sangat geli sekali tubuhku serasa di guyur dengan air terjun yang tak henti hentinya , pahaku merapat membuat tangan henry kejepit sedangkan oktar masih berambisius menciumi leherku dengan nafas yang terengah engah, pastinya membuat tubuhku juga semakin merinding , tangan tangan terampil sudah membuka BHku jadinya toketku sudah terlihat di remas remas dan di emut putingku membuat putingku semakin mengeras, rasanya tubuhku semakin tak karuan dan tak berdaya.

Sedangkan dia melihat aku yang sudah tak berdaya henry semakin menjadi jadi dia mencium bibirku membuka mulutku dan lidahnya memasuki rongga mulut sehingga lidah kami juga bersentuhan, tangan henry juga meremas remas pantaku dan menekan nekan sampai terasa anusku juga di pegannya, dari belakang juga ada oktar yang menempelkan penisnya yang masih terbungkus oleh celana dengan menggerak gerakkan, tanganku medorong tubuh oktar tapi oktar malah semakin mengarahkan tonjolan penisnya ke tanganku.

Henry yang sudah selesai mengempeng putingku dengan gantian tangan oktar merampas dan meremas remas toketku sekarang dia senang sekali sambil merangkul memainkan toketku kalau di pegangn dan di plintir putingku tubuhku semakin menggelinjang “ahhhhh , mataku sambil terpejam”

Sedangkan Nazar yang dari tadi melihat saja dia malah sudah mengeluarkan penisnya terlebih dahulu dengan tegang dia sambil menciumi bibirku ku perhatikan penisnya tidak terlalu besar dan panjang sesuai dengan badannya yang kerempeng itu, oktar yang membelakangiku menuntun tanganku untuk menyentuh bongkahan penisnya saat aku pegang lebih besar punyanya Nazar sampai satu tangan saja tidak cukup, “ayo ja, penisku sudah tegang dan kedinginan butuh kehangatan” erang oktar “ahhmmmm erangku, Henry juga melepaskan celananya juga “aku juga pingin ja”saat di buka penisnya kulihat penis dari henry lebih hitam dan panjang dan berurat karena dia memang wajahnya ada keturunan arab “hmmm batinku aku sudah tak sabar dengan penis henry, mungkin kalau Oktar juga sama kalah dengannya.

Oktar yang melepaskan rangkulannya juga sudah mulai menurunkan celananya , henry yang beringas memintaku untuk jongkong lagian aku juga sudah lelah berdiri terus saat aku berlutut sudah ada 2 tongkat di sekeliling wajahku dan si Oktar menyusul sekarang ada 3 buah penis yang sudah berdiri semua, kulihat kuperhatikan nomer satu punyanya henry yang besar dan berurat disusul dengan punya oktar dan nazar.

“milih yang mana duluan nja,

“aku aja dulu nja, bakalan ketagihan kamu kalu ngemut punyaku”kata hanry

“eiishhh aku juga bisa buat ketagaihan sapa oktar”

Udah udah kalau begini terus aku jadi bingung mau ngulum yang mana duluan sambil 3 penisnya menempelkan di pipi dan bibirku, pasti juga pada kebagian kok sambil aku menepis mukaku.

“ssstt jangan sewot gitu nja, dah sekarang biarin anja yang memilih sendiri isi kata hatinya , kata nazar.

Tanganku yang kiri memegang penisnya nazar dan yang kanan memegangn penisnya henry untuk aku masukkan ke dalam mulutku secara perlahan,

“ohh shittt aku dapat giliran tangannya dulu, sialan kamu hen, kata nazar.

Henry senyum lebar dan mengangguk angguk tanda kemenangan.

Dari suara lain oktar juga gak terima karena dia tidak aku pilih duluan, bukannya begitu karena tanganku juga ada dua yang satunya menuntun untuk kumasukkan ke dalam mulutku sehabis itu aku pegang punyamu oktar tenang saja, sekarang kedua tanganku mengocok punya nazar dan oktar sedangkan mulutku mengulum penis henry.

Kira kira 20 menitan aku ganti mengulum penis oktar dan punya henry aku kocok lagi, sedangkan nazar yang menunggu giliran aku kulum dia duduk di belakangku sambil meremas remas toketku dan memekku di usap usap sambil menjilati leherku pantatku di angkat agak nungging tangan dia menyelinap dari belakang dan masih mengusap ngusapnya sementara penis nazar yang suah tegang di arahkan ke bibir memekku rasanya dia ingin memasukan penisnya tapi aku rasakan dia hanya menggesek gesekkan kepala penisnya membuat sensai yang legit sekali kepala penisnya menyenggol klitorisku, semakin basah memekku.

“ehhh lo nakal ya zar”

“uuhhhh aku menjerit aku kira hanya di gesek gesekkan saja, pinggul nazar di tekan sehingga penisnya terbenam dalam memekku semuanya. “ohhhhhhh” dia mulai menggenjot maju mundurkan dan meremas remas toketku rasa sensasinya sangat asik dimana mulutku mengerang di dalam penis oktar “hmmm hmmmm” dan aku semakin bergairah saat mengulum penis oktar sambil menikmati setiap sodokan sodokan nazar, tangan oktar menekan nekan kepalaku sampai ke selakangannya sedangkan tanganku mengocok keras ke penis henry.

Cara mengulumku sangat cepat membuat oktar menuju tinggi, penisnya berdenyut dan menjambak rambutku tak lama dia mengeluarkan spermanya “crott crott crottt masuk semua ke dalam mulutku banyak sekali, dan aku harus cepat menelan spermanya agar tak tumpah kebawah,

“ouhh shitttt muncrattt dah gue , kata oktar”

Sedangkan henry menyuruhku untuk mengatur tempo kocokanku.

“percepat zar, kita juga mau ngerasain memeknya anja, kata henry kepada nazar

“iyaa nyett bentar lagi, hmm hmmm sambil menggenjot mukanya beringas”

Sodokan nazar semakin cepat itu tandanya dia mau orgasme , kami mengatur ritme genjotan agar keluarnya bersamaan.

“ahh ahhh ahh elungan nazar dan nafasnya sudah tersendak sendak “keluarin di dalam gak papa nja??

“jangan bego aku lagi subur nih” kataku

Ahhh ahhh desahku sambil aku mencapai klimaks, genjotan semakin cepat oleh nazar bless blesss tangan dia meremas kencang toketku dan tak lama dia mencabut penisnya memutahkan di punggungku “ahh ahhh ahhh erangan nazar saat ku rasakan cairannya keluar”

“oke lanjut siapa lagi, kata nazar.

Oktar langsung memapahku untuk berdiri bersandar di dinding lift dia menciumi ku dengan lembut tak lama dia menjulur kebawah menyusuri kedua toketku sambil di emutnya langsung berlanjut ke bawah menyusuri vaginaku dia melortokan sabuk dan rokku , kakiku di suruh mengangkat dan bersender di pundaknya, memek yang tertutup oleh bulu bulu disingkapkan dengan jarinya sambil mencari letak klitorisku .

“uhhh ouhh tar, aohhh uhhh desahku sambil aku meremas rambutnya karena lidahnya sudah menemukan titik g spotku, aku sangat menikmati jilatan jilatan oktar lidahnya sangat lihai sekali, bibirku aku gigit dan dan mataku sudah merem melek menikmati jilatan demi jilatan , kurasakan ada yang mengenyot pada toket sebelah kiri saat ku buka mata ternyata nazar sedang mengenyot sedangkan tangan henry meremas remas sebelah kanan.

“hmmm toket kamu gede bagnet sih nja sampai tanganku gak muat, kata nazar.

“kamu sudah ounya pacar , kata henry.

“aku menggelengkan kepala sambil medesah “ahhh uchhhh” oktar menyuruh temannya untuk menyingkir sebentar dan dia mulai berdiri “minggir bentar kamu, aku mau mencelupkan nihhh, kaki kiriku diangkat dan dan penis oktar sudah berdiri tegak dengan pelan dia mendorong.

“ouchhh tar, ahhh ahhh desahku sambil merangkul tubuhnya”

“hmmm memek kamu legit banget nja”

Oktar sudah mulai menggenjot memekku bless bless blesss tubuhku terangkat angkat keringat mulai keluar membasahi tubuhku, mataku merem melek karena sodokan sodokan yang nikmat tersebut, aku juga mengikuti serangannya dengan mengikuti iramanya naik turun, ku lihat nazar dan henry menyoraki sambil memegang penisnya sendiri member semangat kepada oktar.

Aku sudah mulai merasakn klimaks untuk ke dua kalinay, jadi bergetar tubuhku dan memeluk tubuh oktar semakin keras dan akhirnya ahhhh ahhh desahan panjang di barengi keluarnya cairan dari memekku , tapi si oktar masih melanjutkan genjotannya dan semakin keras kencang dia menggenjot

“shhh ahhh nja ahhh ahhh desahan di pinggir terlingaku”

Desahan panajng dari oktar menandakan dia juga ingin mengeluarkan cairannya, di tarik penisnya dan mengeluarkan di atas perutku crott crotttt sambil mengeluarkan dia menciumi bibirku rasanya sudah tak bertulang tubuhku , aku lemas sekali dan melorotkan tubuhku ke bawah , aku minta kepada nazar untuk mengambilkan tisu dalam tasku ingin mengusap keringat dan sisa sperma oktar, sekarang tubuhku sudah telanjang hanya memakai sepatu saja.

Sekarang hanya henry yang belum merasakan sensani memekku, aku menghela nafas dahulu kira kira 5 menitan dilanjut henry yang menyingkap kakiku membentangkan dan melihat meki ku yang berwarna merah merona, “hehh kalian pada lihatin apa sih , karena aku meras risi jika dilihat terus pada bagian itu”

Nazar dari samping “heheh kamu malu atau mau nja” sambil mencubit putingku, “ehh kamu sejak kapan sudah gak perawan nja kata oktar di depanku”

Dah sejak SMA kataku cepat.

Kami istrihat dan bersenda gurau di dalam lift, dan pada akhirnya muncul lagi gairahku karena di sela sela gurauan mereka bertiga menyentuh titik sensitif, henry yang sudah mengetahui kalau aku sudah bernafsu dia mengarahkan penisnya di depan memeku dan saat dia memasukkan rasanya sesak sekali karena memang ukuran penis henry lebih besar dan panjang.

“aouhhh pelan pelan dong hen, dengan hentakan henry memasukkan penisnya sedikit demi sedikit sampai ke pangkal sudah masuk “ouhh seret banget nja memek loe, sippp sekali”

Dia mulai menggenjot tubuhku yang bersandar di lift semakin liar henry menggenjotnya “auhh uhhhhh nazar yang berada di sampingku berciuman denganku dan mulut dari oktar mengulum toketku, bersihin cairanku dong nja , kata oktar sementara nazar berganti menciumi leherku, ku raih penis oktar dan menjilati dari kepala penis yang masih lengket dan kumasukan lagi mulutku ke penis oktar, tanganku yang masih mengocok penis nazar dengan erangan erangan tak jelas nazar sepertinya mau mengeluarkan cairan lagi, melihat wajahnya aku percepat clokk clokk clokk dan akhirnya sperma nazar keluar di antara dada dan perutku, dengan masih memekku di genjot oleh henry.

Oktar mengajak untuk beganti posisi yang mana oktar rebahan dan tubuhku menungging dengan masih di genjot oleh henry dari belakang mulutku mengulum lagi penis oktar samapi tangan dia meremas remas kepalaku dan rambutku menjadi terurai hentakan penis oktar maju mundur ke mulutku , kira kira sepuluh menitan keluarlah sperma milik oktar memenuhi mulutku dan genjotan henry semakin liar semakin kencang aku mengimbangi dengan pinggulku aku goyang goyangkan.

Sentuhan antara paha henry dan pinggulku menghasilkan bunyi plokk plokkk , aku mengeluarkan desahan desahan kecil dengan bibir aku gigit merasakan sensasi yang nikmatnya sungguh mataku terbelalak , otot otot memekku berkontraksi membuat semakin nikmat menghimpit penis yang terbenam dan membuat henry juga mempercepat gerakannya.

“ahh ahhh ahh tangan dia memegang pundakku sambil maju mundurkan, seketika dia mencabut penisnya dan menjambak rambutku “aduhhh ngapain sih “

Dia menarik rambutku dan berlutut di hadapannya aku disuruh untuk membuka mulut dan dia mengocok penisnya sampai muncrat cairan itu membasahi wajahku dan mulutku.

Croottt crottt banyak sekali cairan mu sampai muka aku basah gini, sambil menjilati bekas bekas cairan yang menempel di penis henry.

Hasrat kami berempat sudah selesai aku melepaskan kuluman di penis henry dan aku bersandar dengan sisa sisa tenaga suasana dalam lift sangat pengap dan panas karena barusan terjadi pergulatan yan hebat aku mulai mengatur nafasku agar setabil dan menjilati sperma yang masih tersisa di sekitar mulutku, cairan masih terasa hangat yang keluar di memekku. Oktar yang sudah memakai celan duluan sambil mengambil minuman di botolnya sedangkan nazar masih terengah engah dengan penis yang sudah lagu sementara henry juga sama dia meminta oktar untuk minta minumannya dan membagikan kepadaku untuk aku minum dan membasahi tisu untuk mengelap keringat dan noda sperma di sekitaran tubuhku.

kami sempat bertukar nomer handphone sambil bersenda gurau, aku mulai dari celana dalam dan BHku aku pakai dan rambutku aku ikat dan bersiap siap untuk pulang rumah, oktar yang sudah mengetahu kalau teman temannya sudah berpakain lengkap menekan tombol lift untuk turun, hmmm segar sekali saat keluar dari lift waktu sudah menunjukan pukul setengah delapan malam kampus sudah sepi sekali, kami pun pergi dengan aku menuju ke parkiran sedangkan mereka bertiga pergi lewat samping, aku mulai jalan dengan mobilku sambilo mendengarkan suara musik sambil senyum senyum sendiri mengingat kejadian yang terjadi di dalam lift kampus.

Incoming search terms: